Batubaraku

Download Films Mp3 Tips Money Sex Handphone Widget Tool Dekstop

Insurance Auto Personal Injury Lawyer Secured Loans Remortgaging

Tampilkan posting dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua posting

Rabu, 30 Januari 2013

Harta Cagub Sumut Gatot Pujo Nugroho Naik Rp3,2 Miliar dalam 4 Tahun


Metrotvnews.com, Medan: Harta kekayaan calon Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho bertambah sebesar Rp3.256.329.946 dalam 4 tahun terakhir. Angka itu ditemukan dari hasil verifikasi harta kekayaan Gatot Pujo Nugroho oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (30/1), di kediaman Gatot di Perumahan Citra Seroja A19, Medan Sunggal.

Berdasarkan data yang didapatkan jumlah harta kekayaan Gatot saat ini mencapai Rp3.818.329.946. Padahal pada 2008, kekayaan Gatot hanya Rp562,8 juta. "Pada 2008 saya laporkan hanya sekitar Rp500 juta, saya lupa angka pastinya," ujar Gatot yang saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur di kediamannya.

KPK menemukan adanya selisih antara jumlah harta yang dilaporkan Gatot dengan jumlah yang mereka temukan. "Ada perbedaan jumlah yakni berkurang, karena ada rekening yang tercatat dua kali senilai Rp800 juta," ujar Cahya Hardianto Harefa selaku Direktur PP Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK memberikan keterangan.

Data yang diperoleh, jumlah harta yang dilaporkan dalam berkas LHKPN oleh Gatot sebesar Rp4.603.616.266, sedangkan hasil verifikasi hanya sebesar Rp3.818.329.946 atau ada selisih Rp785.286.320.

Sementara itu sumber kekayaan Gatot diketahui berasal dari berbagai pemasukan. Seperti gaji bulanan Rp7 juta, tunjangan dan pendapatan upah pungut sebagai kepala daerah yang nilainya sekitar Rp56 juta per bulan.

"Gaji saya sekitar Rp7 juta ditambah upah pungut Rp56 juta dikalikan 4 tahun, itulah totalnya dan usaha lainnya karena saya tercatat sebagai pemegang saham di PT Fashbiru," ujarnya. (RM/OL-04)

Senin, 21 Januari 2013

Dua Penumpang Mobil Luka Berat Ditabrak Kereta Api


Perdagangan, (Analisa). Dua penumpang mobil Avanza menderita luka berat dan empat luka ringan, akibat mobil yang ditumpangi korban ditabrak kereta api saat melintas di lintasan rel kereta api Nagori (desa) Perlanaan Kecamatan Bandar Simalungun,Jumat (18/1) pukul 16.00 wib.
Korban luka berat, supir Yeni br Lubis (33) penduduk Medan Sunggal dan ibunya Saedah (55).Kakak dan adiknya, Nana br Lubis (35), Ivo br Lubis serta dua anaknya Farhan (3) dan Andini (5) menderita luka ringan.

Keterangan dihimpun Analisa di lokasi kejadian,saat itu Yeni bersama keluarganya usai menghadiri pesta pernikahan di kawasan Pasar Pagi Perlanaan bermaksud pulang ke Medan.

Sampai di lokasi kejadian sekitar 1 km dari stasiun kereta api Perlanaan, ketika melintasi rel kereta api tiba-tiba tanpa diketahui melintas kereta api ekonomi putri deli jurusan Medan Tanjung Balai dan menbrak bagian depan mobil.

Akibatnya, mobil yang dikemudikan Yeni terpental dan penumpang di dalam mobil menderita luka berat dan ringan. Petugas Polsek Perdagangan yang tiba di lokasi dibantu masyarakat setempat mengevakuasi para korban dan membawa ke klinik Pandu Perdagangan untuk mendapatkan perawatan.

Kapolsek Perdagangan AKP Aron T Siahaan SH didampingi Kepala stasiun kereta api Perlanaan Indrianto ketika ditemui Analisa di lokasi kejadian mengatakan, mobil yang yang melintas di lintasan rel kereta api itu diduga kurang hati-hati hingga ditabrak kereta api jurusan Medan Tanjung Balai.

Kasus kecelakaan ini sudah ditangani pihak kereta api bekerjasama dengan polsek setempat dan mobil milik korban diamankan di Mapolsek Perdagangan, kata Indrianto.

Sabtu, 12 Januari 2013

Villa Mewah Sang Bupati Dipulau Salah Nama Sumut


Pulo Salah Namo (Pulau Salah Nama) adalah merupakan pulau terluar di Profinsi Sumatera Utara, yang berbaatas dengan Pulau Berhala yang berada di Kabupaten Rokan Hilir Profinsi Riau. Pulau Salah Nama jika melihat letaknya yang dekat dengan perairan Kabupaten Batu Bara, maka Pulau Salah nama ini diklaim oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara sebagai pulau terluar yang masuk sebagai bagian dari wilayah hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara.

Pulau yang tidak berpenghuni ini, mempunyai pemandangan yang indah, Pantainya yang berbatu batu, menambah keindahan pulau tersebut, terlebih pada saat malam bulan purnama, obak laut Samudra Selat Malaka yang menghempas kebebatuan pantai laksana butiran mutiara yang pecah keudara.

Lokasi pulau yang masih asri, layak untuk dikembangkan untuk menjadi obyek wisata di Kabupaten Batu Bara. Mungkin karena lokasi pulau yang indah, membuat Bupati Kabupaten Batu Bara H. Oka Arya Zulkarnaen SH.MH, membangun sebuah villa di pulau salah nama. Dana untuk pembangunan villah itu konon menurut keterangan masyarakat Kabupaten Batu Bara menelan dana sekitar Rp 25 milyar. Yang menjadi pertanyaan masyarakat Dana pembangunan villah tersebut tanpa memakai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batu Bara, maupun dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tapi melainkan menggunakan dana pribadi sang Bupati.

Lantas apa yang diinginkan oleh Oka Arya sebagai Bupati Kabupaten Batu Bara membangun Villa dengan menggunakan dana pribadi di Pulau Salah Nama? Ini yang menjadi pertanyaan dan sekaligus sebagai kekuatiran masyarakat Kabupaten Batu Bara. Kekhawatiran masyarakat kabupaten Batu Bara jelas beralasan, karena Oka Arya membangun villa di Pulau Salah Nama dengan menggunakan dana pribadi, bukan tidak mungkin Oka akan mengklaim bahwa Pulau Salah Nama itu adalah milik pribadinya, sementara jauh sebelum Kabupaten Batu Bara memekarkan diri dari Kabupaten Asahan, Pulau Salah Nama itu adalah milik Pemerintah yakni Pemerintah Kabupaten Asahan.

Setelah Kabupaten Asahan di mekarkan, pada tanggal 15 juni 2007  maka lahirlah Kabupaten Batu Bara, dengan pelaksana Bupati Drs H. Syofian Nasution SH, Dan Oka Arya adalah Bupati Pertama Kabupaten Batu Bara yang dipilih oleh masyarakat Kabupaten Batu Bara. Karena letak Pulau Salah nama itu berada diperairan Kabupaten Batu Bara, maka kepemilikan Pulau Salah Nama itu diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Dimana saat ini Oka Arya menjabat sebagai Bupatinya.

Akibat sang Bupati membangun villa dengan dana sebesar Rp 25 milyar dan uang pribadi pula, membuat masyarakat Batu Bara menjadi heboh. Mereka minta agar Oka Arya menjelaskan terhadap pembangunan villa tersebut. Walaupun sampai saat ini  Oka belum buka mulut atas maksudnya membangun villa dipulau salah nama itu.

Yang jelas villa mewah yang dibangun oleh Oka Arya dengan menggunakan uang pribadinya, jelas bukan merupakan villa milik Pemkab Batu Bara, tapi adalah villa milik pribadi sang Bupati. Karena pembangunan villa mewah di Pulau Salah Nama itu tidak memakai uang Negara. Tentu wajar saja jika masyarakat Batu Bara mempertanyakan maksud Bupatinya dengan membangun villa mewah pribadi di Pulau Salah Nama. Tapi jika pembangunannya menggunakan dana Pemerintah maka jelas keberadaan villa mewah di Pulau salah nama itu milik Pemkab Batu Bara.


Peta lokasi Kab Batu Bara (fhoto Wikipidia Indonesia)
Pembangunan villa mewah di Pulau Salah Nama dengan menggunakan uang pribadi, jika Oka bermaksud untuk mengembangkan Pulau Salah Nama menjadi obyek wisata milik Pemkab Batu Bara. Tapi Oka membangun villa mewah di Pulau Salah Nama dengan uang pribadi, berarti Oka Arya mempunyai niat lain. Jangan jangan oka akan menjadikan Pulau Salah Nama sebagai pusat bisnis pribadi Oka.

Jika benar anggapan itu, bisnis apa yang akan dijalankan oleh Oka dari Pulau terluar di Sumatera Utara itu? Tentu banyak hal bisnis yang dijalankan oleh Oka Arya dari Pulau yang letaknya strategis itu. Yang hanya berjarak sekitar 2 jam perjalanan untuk sampai kenegara Malaysia, dan empat jam untuk perjalanan kenegara Thailand dan Filipina.

Maka wajarlah jika masyarakat Kabupaten Batu Bara mencurigai bahwa Oka akan menjalankan bisnisnya dari pulau salah nama itu. Untuk itu masyarakat Kabupaten Batu Bara meminta kepada pemerintah Pusat dan Profinsi Sumatera Utara agar memperingatkan Oka Arya untuk tidak melanjutkan pembangunan villa mewar yang akan dijaDIKAN oleh Oka Arya sebagai milik pribadinya. Dan mengembalikan penangan Pulau Salah Nama itu kepada Pemerintah Sumatera utara.

Jika Pulau Salah Nama itu menjadi milik pribadi, hal tersebut akan dapat menjadi ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Negara luar. Siapa yang bisa menjamin jika Pulau Salah Nama itu hanya dijadikan sebagai obyek wisata oleh sipemiliknya. Bagaimana pula jika Pulau Salah Nama itu dijadikan sebagai tempat transitnya mata mata asing  Yang datang dari Negara luar untuk menyusup ke NKRI? Atau bisa saja di jadikan tempat transit perdagangan Narkoba. Siapa yang harus bertanggungjawab? Pemerintah perlu untuk melihat Pulau Salah Nama itu secara keseluruhan, bukan sepenggal sepenggal

Sumber : http://birokrasi.kompasiana.com/2012/10/26/villa-mewah-sang-bupati-dipulau-salah-nama-sumut-498553.html

Minggu, 23 Desember 2012

Kapal Rombongan Bupati Batubara Terbakar di Pelabuhan Tanjung Tiram


BATUBARA | Dikonews -
Kapal Motor Aryanti milik Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Batubara, Sabtu 22/12/2012 terbakardi Pelabuhan Tanjung Tiram, Batubara, Sumatera Utara.Informasi diperoleh, terbakarnya kapal milik Pemkab Batubara tersebut saat akan berangkat menuju persemian salah satu destinasi wisata kepulauan di Batubara. Kebakaran sendiri diinformasikan terjadi pukul 11.00 Wib siang tadi saat kapal yang ditumpangi sejumlah rombongan Bupati hendak menuju Pulau Salah Nama di Perairan Tanjung Tiram.Dari informasi yang diperoleh menyebutkan, api tiba tiba keluar dari ruang mesih saat kapal hendak dinyalakan. Dari peristiwa tersebut, dua Anak Buah Kapal (ABK)  berhasil menyelamatkan diri. Namun nasib buruk menimpa Aiptu Rudi, Anggota Provost di Polsek Labuhan Ruku, Polres Asahan, yang saat itu korban persis berada di dekat kapal yang terbakar. Bagian tubuhnya terkena api dan mengalami luka bakar parah di wajah
Guna perawatan lebih lanjut, Aiptu Rudi kemudian dievakuasi ke ke RSUD H Abdul Manan Simatupang, di Kisaran, Kabupaten Asahan. (Dna)

Sabtu, 04 Agustus 2012

Asyik Mesum, Belasan Pasangan Tanpa Busana Digiring Polisi


MADINA – Belasan pasangan selingkuh diciduk polisi saat sedang asyik bermesum di hotel di wilayah Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Dalam operasi pekat Ramadan ini, seluruh pasangan bukan suami istri hanya bisa pasrah di giring petugas untuk diperiksa.

Operasi penyakit masyarakat itu dilakukan oleh tim gabungan Satpol PP bersama Kepolisian Madina Sumatera Utara, operasi ini terus dilakukan selama bulan suci Ramadan di seluruh hotel kelas melati yang di duga selalu di jadikan lokasi mesum.

Kasatpol PP Madina, Hendra Perdana mengatakan, kegiatan ini di lakukan secara berkesinambungan dan karena banyaknya laporan-laporan dari masyarakat.

“Pihak hotel kelas melati selalu menerima pasangan yang bukan suami istri untuk menginap di hotel tersebut,” ucapnya kepada wartawan disela-sela operasi pekat Ramadan, Minggu (5/8/2012).

Pantauan dilokasi penggerebekan, para pasangan mesum yang lagi asyik mesum tersebut terkejut dan tidak menyangka ketika petugas mendobrak kamar-kamar yang dihuni penginap berpasangan. Parahnya lagi, salah satu pasangan mesum yang kedapatan tidak menggunakan busana menolak saat hendak di gelandang petugas.

Seluruh pasangan yang bukan suami istri dipaksa ikut untuk diperiksa di Mako Satpol PP. Dalam pemeriksaan, beberapa pasangan mesum merupakan pasangan selingkuh, yang masing-masing sudah berumah tangga.

Selasa, 03 Juli 2012

Pemkab Batubara siap dirikan BUMD kepelabuhan


BATUBARA – Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang jasa kepelabuhanan terkait dengan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai salah satu koridor kawasan ekonomi khusus.

“Rencana pendirian BUMD itu sedang dalam pembahasan. Kita harapkan pada 2013 sudah bisa direalisasikan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Batu Bara, Iskandar Lubis, Jumat.

Keberadaan BUMD tersebut, kelak akan ikut berperan memperlancar pelayanan yang terkait dengan jasa kepelabuhanan di Kuala Tanjung.

Secara teknis dan administrasi, BUMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara itu akan mengelola berbagai unit usaha jasa dan layanan di sub sektor kepelabuhanan.

Kinerja usaha jasa dan layanan BUMD di kawasan Pelabuhan Kuala Tanjung tersebut diharapkan dapat memberi kontribusi bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Batu Bara.

“Kontribusi BUMD terhadap PAD Batu Bara diprediksi cukup besar,” ujar Iskandar.

Pelabuhan Kuala Tanjung yang berada di pesisir timur Kabupaten Batu Bara dan berhadapan langsung dengan Selat Malaka, sedang dalam tahap pengembangan. Di kawasan pelabuhan itu sedang dibangun jalur kereta api, terminal minyak sawit mentah (CPO), terminal peti kemas, dan terminal curah.

Pembangunan proyek senilai Rp500 miliar tersebut bertujuan mendukung pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun.

Pelabuhan Kuala Tanjung yang selama ini diprioritaskan melayani kegiatan ekspor PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) itu telah ditetapkan oleh pemerintah menjadi salah satu koridor KEK Sei Mangke.

Beragam jenis produk industri hilir berbasis minyak sawit yang dihasilkan berbagai perusahaan di kawasan industri Sei Mangke akan diangkut melalui kereta api menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.

Dari Pelabuhan Kuala Tanjung, kata dia, diperkirakan total CPO yang bakal diekspor mencapai 1,5 juta per tahun.

Selama ini, sebagian besar CPO yang dihasilkan sejumlah perusahaan perkebunan di Sumatera Utara diekspor melalui Pelabuhan Belawan Medan dan Pelabuhan Dumai, Provinsi Riau.

Keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan mampu mengefisienkan proses pengapalan CPO dari sejumlah pabrik di Kabupaten Batu Bara dan daerah lain di sekitarnya.

Disebutkannya, pembangunan proyek KEK Sei Mangke dan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

“Seluruh tahapan pengerjaan penambahan berbagai sarana infrastruktur di Pelabuhan Kuala Tanjung direncanakan selesai sekitar 2015,” ujar Iskandar.

Senin, 11 Juni 2012

IKKM Sumut gelar bakti sosial

MEDAN - Saat ini kultur masyarakat khususnya yang berasal dari Minang sudah jauh bergeser dibanding beberapa puluh tahun sebelumnya karena faktor kepentingan individu. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Ikatan Keluarga Kamang Mudiak (IKKM) Sumut, Revolkhair Pk. Mancayo, saat peringatan Perang Kamang 1908 yang ke-104 di Rumah Gadang BM 3, Jalan Adinegoro hari ini.

“Sekarang masyarakat lebih mengedepankan kepentingan individu dibanding kepentingan sosial atau orang banyak. Berbeda zaman dulu yang lebih mengedepankan sosial,” ujar  Revolkhair. 

Dalam kegiatan yang juga dirangkai bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako itu, juga dikatakan, sifat atau kepentingan sosial seperti bergotong royong jauh lebih penting dibanding individu. Karena itu, peringatan kegiatan ini juga sebagai salahsatu upaya mengembalikan kultur tersebut.

Untuk mengembalikan kultur tersebut, lanjutnya, dilaksanakan makan serempak menggunakan daun pisang. “Ini untuk merekatkan kembali persaudaraan dan jiwa kebersamaan,” tambahnya seraya menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak.

Terpisah, ditambahkan Koordinator Bakti Sosial Sadikin Lie berujar, pengobatan gratis dilakukan Lions Club Medan Garuda, pembagian sembako diprakarsai Bankom Sriti Polda Sumut, Pemuda Mitra Kamtibmas (PMK) Sumut dihadiri langsung Ketua Rajamin Sirait,serta Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumut, Eddy Djuandi dan beberapa lainnya serta peluncuran  majalah IKKM Sumut ‘Tabuah Rang Kamang’ juga kesenian tradisional Saluang.

“Bantuan sembako yang diserahkan kepada keluarga pra sejahtera, mencapai 300 paket berisi beras, gula, minyak goreng serta mi instan,” tambahnya

Belasan rumah dihantam puting beliung

HAMPARAN PERAK - Belasan rumah di Desa Lama dan Desa Kelambir, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara rusak akibat angin puting beliung, Minggu petang.

"Berdasarkan laporan warga, ada sekitar 15 rumah," kata Camat Hamparan Perak Faisal Arif Nasution yang dihubungi, tadi malam.

Faisal mengatakan, puting beliung yang merusak belasan rumah warga tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan laporan dari masyarakat, tingkat kerusakan akibat tiupaan angin puting tersebut bervariasi. "Informasinya, ada juga yang roboh," katanya.

Untuk memastikan jumlah kerusakan dan kerugian yang dialami masyarakat, pihaknya akan melakukan pendataan ulang.

Selain itu, pihaknya akan membuat posko untuk menampung warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah. "Kita akan membuat posko untuk menampung warga," katanya.

Tabrakan beruntun, supir bos tewas terbakar

BINJAI - Tabrakan beruntun antara truk pengangkut pasir dan minibus serta dua sepeda motor terjadi di Jalan Lintas Sumatera, jalur Medan menuju Aceh, tepatnya di Kelurahan Tandam Kota Binjai Sumatera Utara,  menyebabkan sopir minibus tewas di tempat setelah mobilnya terbakar.

"Minibus terbakar setelah ditabrak truk pengangkut pasir," ungkap seorang saksi mata Suroso di lokasi kejadian tabrakan pada kilometer 35 Jalinsum Medan-Aceh, hari ini.

Peristiwa itu berawal saat sebuah truk pengangkut pasir yang melaju dari arah Medan menuju Aceh, akan mendahului sebuah minibus.

Tiba-tiba dari aah berlawanan, datang sebuah minibus lain berwana hijau, diduga sopir tak bisa mengontrol, sehingga tabrakan tak terelakkan. Truk menabrak minibus menyebabkan minibus ringsek dan hancur, langsung menyenggol mobil lain.

Sementara dua sepeda motor yang melaju dengan kencang yang berada di belakang mobil inova ikut tertabrak hingga masuk ke bawah mobil minibus warna hijau. Menurut Suroso, tiba-tiba muncul api dan langsung membakar mobil mini bus warna hijau dan dua unit sepeda motor yang berada di bawah mobil minibus itu.

Mobil akhirnya habis terbakar, termasuk di dalamnya sopir yang kakinya terjepit bahagian bawah mobil yang hancur. "Warga sempat juga berusaha untuk melakukan evakuasi, untuk menyelamatkan sopir yang terjepit busmini, namun karena api yang berkobar sangat besar, tidak bisa melakukan pertolongan," ujarnya.

Polisi dan warga setempat bau bisa mengeluarkan korban setelah api benar-benar padam, akhirnya koban tewas ditempat dalam keadaan terbakar. Dari informasi yang didapat, kata Suroso, korban yang tewas terbakar didalam mobil adalah Al Soe, warga Pasar Enam Tandam dan kini dibawa ke rumah sakit umum Djoelham Binjai untuk dilakukan autopsi.

Tabrakan beruntun tersebut sempat memacetkan jalan lintas Sumatera dari Medan menuju Aceh maupun sebaliknya.

Selasa, 01 Mei 2012

Bulog Sumut naikkan harga beras

MEDAN - Perum Badan Urusan Logistik Sumatera Utara menaikkan harga pembelian beras petani sebesar Rp300 atau menjadi Rp6.900 per kilogram untuk menarik minat petani menjual beras ke Bulog saat habis panen.

 "Tambahan Rp300 per kg (kilogram) itu merupakan insentif yang diizinkan pemerintah untuk wilayah Sumut. Jadi ditambah HPP (harga pembelian pemerintah) untuk beras yang sebesar Rp6.600 per kg, Bulog bisa membeli beras petani seharga Rp6.900 per kg," kata Humas Bulog Sumut Rusli di Medan, hari ini.

Dengan harga yang bertambah mahal itu terhitung Juni, Bulog berharap petani semakin berminat menjual bera ke Bulog di tengah produksi yang semakin ketat akibat masa panen sudah habis.

Bulog berharap bisa membeli beras petani sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan pengadaan atau stok di daerah itu. Tahun ini, Bulog mendapat target pembelian beras sebanyak 30.000 ton.

Rusli mengakui, dengan sudah habisnya masa panen besar, pembelian beras ke petani semakin sulit.

Dia memberi contoh, dari beberapa kantor sub divisi regioal (divre) Bulog, hanya Sub Divre Medan dan Padang Sidempuan yang terus bisa meningkatkan pembelian.

Subdivre Medan hingga mendekati pertengahan Juni ini sudah membeli 2.156 ton atau naik sedikit dari awal Juni yang masih 2.135 ton, sedangkan Padang Sidempuan juga bertambah menjadi 863 ton dari 839 ton sebelumnya.

Sementara Subdivre Bulog Siantar, Kisaran dan kantor kecill Divre Rantau Prapat masih stagnan di angka 27 ton, 25 dan 23 ton sehingga totalnya mencapai 3.095 ton.

"Memang semakin sulit mendapatkan beras petani karena produksinya semakin ketat menyusul sudah habis masa panen," katanya.

Untuk tetap bisa membeli beras petani, Bulog Sumut memang sudah meminta Sub Divre melakukan aksi "jemput bola" ke daerah-daerah sentra produksi. Meski pembelian masih jauh di bawah target, stok beras hingga pekan ini cukup aman atau sekitar 72 ribu ton